Freelance? atau Kerja Kantoran?

Dua kata ini berbeda makna dan berbeda kata, tapi tujuannya sama saja yaitu nyari duit untuk kebutuhan hidup.  Bertahun tahun saya pernah mengalami dua tipe kerjaan seperti ini sampai pada akhirnya ga jelas mana yang saya rasakan paling nyaman dan cocok. Sempat kerja dikantoran, sempat kerja freelance, bahkan sempat dua-duanya dijalani. Dan pada akhirnya sekarang bertumpu pada freelance.

Kedua jenis kerjaan seperti ini ada baik dan buruknya. Kerja kantoran enaknya bisa bersosialisasi dengan rekan kerja secara langsung dan suasana tempat kerja pun lebih fresh karena tidak seterusnya berada di titik yang sama. Rutinitas pun menjadi sesuatu kebiasaan yang lama kelamaan tidak akan terasa kalau kita akan berangkat ngantor. Satu lagi pandangan orang sekitar dan keluarga lebih yakin kalau kita benar-benar kerja bernaung di bawah perusahaan yang jelas.

Sementara Freelance juga tidak kalah bagusnya, seorang freelancer bisa dengan leluasa mengatur jam kerja mereka. Tempat tinggal dan posisi berada tidak menjadi masalah untuk seorang freelancer, yang penting kerjaan beres dan deliver tepat waktu. Seragam kerja juga tidak masalah, bahkan kalaupun kita kerja ga pake busana juga syah-syah saja selama itu nyaman😀. Yang kurang enak didengar untuk seorang freelancer adalah anggapan orang-orang sekitar, keluarga dan tetangga yang condongnya terhadap orang-orang ga melek teknologi, mereka beranggapan freelancer ini pengangguran/ga ada kerjaan tapi dapet duit (bahkan ada yg beranggapan mungkin jagain lilin hahaha….) dan pada intinya mereka menganggap orang keluar rumah itu baru dikatakan kerja. Whatever they says… lah apa tanggapan mereka yang penting istri dan anak tau kalo kita ada kerjaan yang halal dan menghasilkan untuk mencukupi kebutuhan anak, dapur, dan lain-lain.